Selasa, 19 November 2013

Note

Nama          : Ajeng Putri Kusumawati
Kelas           : IX.6
Absen          : 02
Sekolah       : SMP N 1 SLAWI

Resensi Buku Non Fiksi

IDENTITAS EKTRINSIK BUKU
Judul buku     :     Mengasah Kecerdasan Emosi Orang Tua untuk Mendidik Anak
Judul resensi  : Mengasah Kecerdasan Emosi Orang Tua
Penulis           : Yacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM
Penerbit          : PT Elex Media Komputindo
Tahun terbit     : 2007
Jumlah Halaman   : 71 hal
Harga              : Rp. 16.000,00
Ukuran           : 14 x 21




             
              Yacinta Senduk, itulah namanya. Lahir di Balikpapan, 12 Juli 1972. Sejak menyelesaikan S1 nya terpanggil untuk berkecimpung di bidang parenting dan pembentukan pribadi anak yang kuat , terutama dengan maraknya dunia narkoba dan seks bebas. Dengan pengalamannya itu, dia berhasil mengantongi sertifikat pelatih EQ (Emotional Quotient) dari SixSeconds Org, California. Sejak itu, dia mulai mengadakan seminar-seminar untuk orang tua dan mendirikan Lembaga Pendidikan Kecerdasan Pribadi, yang berfokus pada pembentukan
pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan positif yang diberikan dalam bentuk materi pengajaran tertulis, aktivitas, dan permainan-permainn. Selain itu, beliau juga menulis buku berjudul “Mengasah Kecerdasan Emosi Orang Tua untuk Mendidik Anak”.
              Buku ini mengupas pendidikan emosi, terutama pengaruh emosi orang tua terhadap anaknya. Terdapat pula pengertian kecerdasan emosi, agar memiliki kecerdasan emosi yang baik, orang itu harus memenuhi syarat-syarat, yaitu memahami, memasuki, menarik, dan menggunakan emosi-emosi itu untuk membantu pikirannya. Dalam buku ini juga terdapat latihan-latihan yang membantu kita mengasah kecerdasan emosi.
              Emosi-emosi itu berjalan dengan asumsi-asumsi yang sering kali salah dan tidak dapat diutarakan dengan jelas. Sehubungan dengan itu, buku ini ditulis agar emosi-emosi yang ada dapat dikelola dengan benar di dalam keluarga, dapat diutarakan dengan jelas oleh sang anak, dan dapat didengarkan dengan baik oleh orang tua. Tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk dipecahkan bila diutarakan tetapi ada banyak masalah yang tidak dapat dipecahkan karena tidak diutarakan .

              Emosi yang digunakan secara benar di dunia ini telah memberikan banyak keajaiban dan keindahan yang luar biasa, dari hal yang paling sederhana, yaitu hati yang mau melayani sampai dengan hati yang mau berkorban. Namun di lain pihak, emosi yang digunakan secara salah dan serampangan juga telah memberikan banyak malapetaka dan kesengsaraan kehidupan di dunia ini, dari hal yang paling sederhana, yaitu hati yang cemburu sampai hati yang marah mendendam.
              Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami. Selain itu cocok untuk orang tua, tetapi buku ini juga dapat dibaca oleh anak maupun orang dewasa yang ingin mempelajari tentang kecerdasan emosi. Buku ini dapat membuka pemikiran dan pandangan orang tua bagaimana cara mendidik anak, menyadarkan anak betapa pentingnya mengasihi dan menyayangi orang lain. Dan hal yang paling penting dari buku ini yaitu dapat memahami betapa pentingnya mendidik anak dengan emosi yang baik.
              Banyak buku tentang mengasah kecerdasan emosi diterbitkan oleh penerbit lain. Tetapi buku-buku lain tidak memuatkan cerita yang dapat menggugah hati sehingga pembaca masih bisa ragu dengan hal-hal yang dituliskan. Selain itu, buku-buku tersebut tidak menggunakan bahasa atau kata-kata yang dapat menyentuh hati.
              Di dalam keluargalah awal dari pengasahan emosi kita. Emosi-emosi yang terasah secara salah seringnya tidak hanya berakhir dengan retaknya hubungan keluarga tetapi hancurnya satu pribadi (baik anak maupun orang tua) sehingga masuk ke dalam jalan-jalan gelap, seperti narkoba dan seks bebas.

              Oleh karena itu saya sarankan kepada teman-teman agar membaca buku ini. Dan ketika membaca buku ini anda tidak perlu tergesa-gesa, biarkan energi tulisannya mengalir sedikit-sedikit agar tidak membuat anda pusing, sehingga anda dapat membaca sampai puncaknya dan menyerap energi si penulis.